Cara cerdas mengelola sampah melalui ‘Kreasi Daur Ulang’

Tahukah anda, sampah warga Jakarta dalam waktu 2 hari memiliki volume layaknya candi Borobudur? Lebih mencengangkannya lagi, apabila sampah tersebut dikumpulkan selama 8 hari berturut-turut, maka volumenya dapat menyamai 185 candi Borobudur. Itulah gambaran nyata dari betapa banyaknya sampah yang dihasilkan oleh warga Jakarta dari hari ke hari.

Fakta ini terungkap saat Maverick mengundang seorang aktifis lingkungan hidup, Gita Syahrani di Maverick Sharing Session, Jum’at 31 Agustus lalu. Gita adalah seorang environmental lawyer dari Tunas Nusa Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang kelestarian lingkungan hidup. Kepada Mavchiks dan Mavbros, Gita berbagi kiat mengenai cara cerdas dalam mengelola sampah dengan ekonomis dan berkesinambungan. Sistem pengelolaan sampah tersebut saat ini tengah diimplementasikan melalui sebuah program yang sangat menarik bernama “Si Dalang Project”.

Ketika mendengar kata “Si Dalang”, kita mungkin teringat pada seorang Dalang yang membawakan kisah-kisah Mahabrata melalui pewayangan. Tapi jangan salah, di sini Si Dalang merupakan singkatan dari “Kreasi Daur Ulang”. Nama tersebut dipilih untuk menunjukkan tujuan utama dari program Si Dalang, yaitu menjadikan sampah suatu bahan baku dari komoditas kerajinan yang berkualitas dan siap jual, sehingga dapat memberikan keuntungan terhadap tiga aspek pembangunan berkelanjutan, yakni lingkungan, ekonomi dan sosial, sesuai dengan konsep green economy.
Si Dalang mengajarkan kita prinsip ‘5R’ dalam menghadapi sampah atau barang tidak terpakai, sebagai berikut:
Rethink
Do I really need to replace this equipment?
(Pikirkan dengan matang apakah barang tersebut perlu dibuang atau tidak)
Refuse
I don’t need to replace this equipment so I won’t
(Jangan buang barang tersebut kalau belum perlu)
Reduce
Maybe I only need to replace some of the equipment
(Teliti terlebih dahulu, bila memungkinkan ganti saja beberapa bagian dari barang tersebut)
Reuse
Maybe someone else can use my used equipment
(Cari tahu apakah ada orang lain yang mau memakai barang bekas dari anda)
Recycle
Now I will send it off to be recycled because all other avenues are exhausted
                       (Lakukan daur ulang bila barang tersebut sudah tidak layak guna)

Program Si Dalang tidak hanya dapat diaplikasikan dalam mengelola limbah rumah tangga, namun dapat pula menjadi suatu cara yang sangat efektif dalam mengelola limbah industri atau perkantoran. Volume sampah yang dihasilkan tentunya sangat besar, baik sampah organik maupun non-organik, seperti sampah makanan/minuman, komputer atau mesin bekas, alat-alat tulis yang sudah tidak terpakai, barang-barang yang terbuat dari beling, besi, plastik dan terutama kertas-kertas bekas yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan setiap harinya. Sampah-sampah tersebut dapat kita pisahkan mulai dengan cara yang paling sederhana, yaitu menyediakan tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan non-organik. Bayangkan jika sampah-sampah non-organik tersebut dapat didistribusikan kembali untuk diolah lebih lanjut menjadi barang-barang daur ulang yang siap jual dan siap pakai.

Di satu sisi, cara tersebut dapat menghindari menumpuknya sampah di tempat-tempat penampungan sampah dan TPA, sehingga berdampak baik pada lingkungan dan kesehatan. Di sisi lain, sampah-sampah yang di daur ulang akan memberi manfaat ekonomis karena dapat dipakai kembali dan berpotensi untuk menjadi barang dagangan yang menguntungkan. Melalui program Si Dalang, hasil keuntungan yang didapat digunakan untuk membantu mereka yang kurang mampu. Dengan cara membangun rumah belajar untuk anak-anak miskin dan yatim piatu, serta memberikan pelatihan kepada orang dewasa untuk mengolah barang bekas menjadi barang yang dapat mereka jual dan nikmati hasilnya.
Saat ini pusat kegiatan rumah belajar dan pelatihan yang dilakukan melalui program Si Dalang berlokasi di Kampung Dadap, Tangerang. Manfaat positif lainnya yang tidak kalah penting adalah nilai kemanusiaan yang dapat kita tunjukkan bagi para pengemis dan pengepul barang bekas. Mereka tidak perlu lagi mengais barang bekas di tempat-tempat sampah dan saluran pembuangan yang kotor dan rentan akan penyakit, tetapi mereka dapat mengambil barang-barang bekas di tempat yang telah kita sediakan. Dengan begitu kita pun dapat sekaligus menjunjung tinggi nilai sosial antar umat manusia.

Rekan-rekan di Maverick merasa tergugah dengan program Si Dalang. Bukan hanya konsep programnya yang menarik, tetapi dampak positif yang dapat dikontribusikan bagi lingkungan dan kemanusiaan. Maverick pun sebelumnya sudah memiliki aturan yang mendukung hal serupa. Salah satunya yang paling sederhana adalah menggalakan penghematan konsumsi kertas dengan memberlakukan double-sided printing atau memakai ulang kertas di kedua sisinya. Maverick juga memaksimalkan penggunaan email dan e-card (electronik card) untuk menggantikan kertas dan kartu ucapan cetak dalam berbagai keperluan surat-menyurat serta pengiriman undangan, kartu ucapan hari raya dan lain-lain. Kertas, koran, majalah dan barang-barang bekas lainnya dikumpulkan dan didistribusikan untuk didaur ulang. Kami percaya tindakan sekecil apapun dapat membuat perbedaan.

Kelestarian alam dan lingkungan merupakan salah satu faktor paling esensial dalam mempertahankan eksistensi manusia di muka bumi. Oleh karena itu, sudah saatnya kita memulainya, dari diri sendiri, dari lingkungan sekitar dan dari sekarang.
“Nature has always given us what we need. It is time we take care of ‘Her’ in return.”

CR : http://www.maverick.co.id/ideas/2012/09/si-dalang-project-cara-cerdas-mengelola-sampah-melalui-kreasi-daur-ulang/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar