Sahabat CeBanBatavia, Ceban lagi gk salah ketik KOPI menjadi KOPHI loh... KOPHI yang Ceban maksud disini itu adalah Singkatan dari sebuah komunitas atau Koalisi :D sepertinya namanya "Koalisi Pemuda Hijau Indonesia" namun jangan sampai Sahabat CeBanBatavia langsung mengartikannya secara harafiah yah nanti yang terlintas malah Hulk Indonesia dimasa mudanya :D *Garing*
Daripada ngebaca Candaan Ceban yang lagi garing ayo langsung aja kita lihat siapa sih KOPHI ini??
KOPHI
Selasa, 02 April 2013
Romo Sampah
Nah Sahabat CeBanBatavia, Kata Orang "ah dia ustad / romo / pendeta, mana mau dia berurusan sama yang namanya Sampah atau penghijauan??!!"
Eittss tapi yang berikut ini berbeda loh... Tokoh agama ini malah menjadi pengerak untuk gerakan peduli lingkungan, yang digerakan untuk terlibat dalam kegiatan ini bahkan bukan hanya orang-orang didalam lingkungan agamanya saja, namun hingga masyarakat diluar lingkungan agamanya pun digerakan dalam gerakan peduli lingkungan ini, hingga ia sampai disebut sebagai "Romo Sampah"?? waduh??! ayo dari pada penasaran dan menebak-nebak tidak karuan mari kita check langsung...berikut ini ada kisah menarik nih dari seorang romo yang melakukan gerakan peduli lingkungan.. siapa dia?? mari kita lihat
check it!! ROMO SAMPAH
Eittss tapi yang berikut ini berbeda loh... Tokoh agama ini malah menjadi pengerak untuk gerakan peduli lingkungan, yang digerakan untuk terlibat dalam kegiatan ini bahkan bukan hanya orang-orang didalam lingkungan agamanya saja, namun hingga masyarakat diluar lingkungan agamanya pun digerakan dalam gerakan peduli lingkungan ini, hingga ia sampai disebut sebagai "Romo Sampah"?? waduh??! ayo dari pada penasaran dan menebak-nebak tidak karuan mari kita check langsung...berikut ini ada kisah menarik nih dari seorang romo yang melakukan gerakan peduli lingkungan.. siapa dia?? mari kita lihat
check it!! ROMO SAMPAH
Rabu, 27 Maret 2013
4 macam status Kondisi bencana banjir di Jakarta
Istilah
siaga I (kritis), siaga II (waspada), siaga III (rawan), dan siaga IV
(normal) santer terdengar seiring pemberitaan media.
Siaga, berdasarkan buku Dinas PU DKI, adalah suatu sikap atau tingkat kemampuan untuk menghalangi dan atau mengelola suatu bahaya dalam rangka mengurangi dampaknya yang mungkin terjadi dan menimpa mereka.
Pada bencana banjir, status siaga ditentukan berdasarkan pengamatan tinggi muka air (TMA) pada stasiun pengamatan dan pintu air.
Siaga IV adalah status paling awal, sementara siaga I adalah status paling gawat. Setiap titik pengamatan memiliki standar siaga masing-masing.
Status siaga I, misalnya, diberikan pada Katulampa apabila TMA melebihi dua meter; sementara status tersebut diberikan pada Manggarai apabila TMA melebihi 9,5 meter.
Selain untuk kemudahan komunikasi, perbedaan status siaga memiliki konsekuensi pergantian komando. Contohnya pada siaga I, komando akan berpindah ke Gubernur DKI Jakarta.

Image cr : Merdeka.com (Siaga 1)

Image cr : www.berita99.com (siaga 1)
Siaga, berdasarkan buku Dinas PU DKI, adalah suatu sikap atau tingkat kemampuan untuk menghalangi dan atau mengelola suatu bahaya dalam rangka mengurangi dampaknya yang mungkin terjadi dan menimpa mereka.
Pada bencana banjir, status siaga ditentukan berdasarkan pengamatan tinggi muka air (TMA) pada stasiun pengamatan dan pintu air.
Siaga IV adalah status paling awal, sementara siaga I adalah status paling gawat. Setiap titik pengamatan memiliki standar siaga masing-masing.
Status siaga I, misalnya, diberikan pada Katulampa apabila TMA melebihi dua meter; sementara status tersebut diberikan pada Manggarai apabila TMA melebihi 9,5 meter.
Selain untuk kemudahan komunikasi, perbedaan status siaga memiliki konsekuensi pergantian komando. Contohnya pada siaga I, komando akan berpindah ke Gubernur DKI Jakarta.
Image cr : Merdeka.com (Siaga 1)
Image cr : www.berita99.com (siaga 1)
Banjir merupakan sebuah permasalahan sosial yang akan memberikan dampak menyeluruh apabila tidak diatasi dengan baik. Banjir dapat melumpuhkan berbagai kegiatan seperti kegiatan perekomian bagi sektor industri maupun jasa. Bagi sektor industri barang secara otomatis akan menghentikan proses pendistribusian sehingga menyebabkan kerugian dengan nominal kecil hingga sangat besar, kerugian bahkan dapat mencapai milyaran rupiah perharinya. Kerugian ekonomi akan dirasakan oleh berbagai pihak terutama para pemilik modal, pengusaha skala kecil dan menengah, pekerja. Banjir juga akan menimbulkan kerugian kesehatan bagi masyarakat dimana akan banyak penyakit yang datang seperti penyakit kulit. Penyakit kulit dapat menular dengan media kontak langsung yaitu bersentuhan, menggunakan pakaian ataupun alat-alat kebersihan secara bersama-sama seperti sabun mandi. Penyakit lain juga dapat timbul seperti penyakit pencernaan terutama bagi orang-orang yang sudah tidak memiliki imunitas yang baik seperti lansia, orang-orang yang belum memiliki imunitas yang baik seperti anak-anak. Banjir sebenarnya akan sangat mudah diatasi apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai cara pencegahannya, penanggulangannya, masyarakat memiliki konsistensi yang besar dalam mewujudkan aksinya. Mari kita cegah banjir mulai sari saat ini!
Langganan:
Postingan (Atom)